Monday, 9 January 2017

Sunrise dari Balik Jendela

Kuhirup udara pagi bersama indah mentari
Kulalui hari ini dengan hati berseri

Akankah tercipta damai di dalam dunia ini
Akankah terjalin saling peduli

Ooooo..damainya hatiku
Kala mentari bersinar lagi....

Lagu dari grup band WAYANG yang cukup populer  di era tahun 90an mengingatkan betapa pentingnya menikmati momen di pagi hari. Sejuknya udara dan kicauan burung-burung dijamin akan menambah semangat anda untuk memulai aktifitas sepanjang hari. Apapun pekerjaannya, betapa berat bebannya akan sedikit berkurang jika dimulai dengan senyum semangat. Hahahaha........

Bukan gunung Bromo namanya kalau bukan dikenal karena matahari terbitnya. Heheh...padahal belum pernah sama sekali kesana, mungkin tahunya cuma lewat gambar di kalender dan browsing di mbah Google. Atau kalau versi lokal sebut saja Bukit Mbanyon, Widoro Gandusari yang sering dikenal dengan sebutan negeri di atas awan. Tapi yang ini cara menikmatinya sedikit berbeda, atau bisa dikatakan angan-anagn orang tak waras atau setengah gila. Paling tidak seminggu sekali harus kusempatkan untuk menikmati dan resapi suasana pagi. Yup...di setiap Minggu pagi sudah menjadi rutinitas untuk menyapa sunrise dari balik jendela itu. Sangat tepat jika menciptakan bahagia itu memang sederhana.....Sesederhana Om Telolet om.......

Setiap pagi jangan lupa amati apa saja di sekeliling rumah kalian. Siapa tau ada view yang menarik dan lebih indah dari sesuatu yang berasal dari sedderhana. Dan pastinya bisa menginspirasi siapapun disekelilingmu....

Friday, 23 December 2016

Apa Kabar Pemuda Negeri Telolet?

Om Telolet Om.....
Om Telolet Om.....
Segerombolan anak muda di pinggir jalan riang luar biasa dapat balasan klakson dari si sopir bus yang lewat di depan mereka. Kalau anda  bepergian ke daerah Jawa Timur atau  Jawa Tengah, mungkin tak asing dengan fenomena yang sebenarnya sudah lama terjadi ini.Saya pun sudah sering membicarakannya dengan teman ketika diwarung kopi. Saya heran, fenomena ini ternyata tidak hanya menjalar ke seluruh pelosok negeri ini, bahkan kabarnya sudah menjadi viral hingga ke luar negeri. Om Telolet Om sudah sampai ke Amerika, Inggris, Hongkong, Taiwan dan negara lainnya. Anak-anak, remaja, sampai orang dewasa, laki-laki, perempuan, pejabat, bahkan sampai presiden angkat bicara soal wabah virus 'OM TELOLET OM" ini. Sebagai bentuk respon fenomena ini, pada awal tahun 2017 nanti rencananya pemerintah melalui Kemenhub akan mengadakan kontes bus Telolet ini. Bahkan musisi elektronik sekelas DJ SNAKE pun kabarnya akan menjadikan sebagai judul lagu. Wooowwww......Ada apa lagi dengan Indonesiaku..??

Masih ingat dengan  pepatah Jawa "Saiki Jaman Edan, Yen Ora Edan Ra Keduman", artinya sekarang ini kondisi jaman sudah gila, kalau kita tidak ikut-ikutan gila kita tidak akan kebagian. Tidak bisa dipungkiri bahwa kekuatan sosial media (sosmed) sekarang ini bisa membuat perubahan dalam bentuk apapun. Sosial media mampu menggerakkan massa sebesar apapun dalam bentuk opini, sikap, emosi dan tak terkecuali fenomena yang saya anggap alay seperti ini. Mungkin kita perlu menengok ke belakang bagaimana hebohnya berfoto selfi di sosial media, aktifitas kita mulai dari tidur, kerja, makan, berwisata bahkan  berfoto dengan background tempat-tempat ekstreme, semuanya akan diambil gambarnya kemudian diunggah ke sosial media. Tujuannya tak lain adalah agar mendapatkan satu like dari follower. Dan bahagia yang didapat sudah mewakili seperti kita bertemu dan ngobrol hangat dengan sahabat atau orang yang kita sayangi. Yang terbaru mungkin belum hilang dalam ingatan kita fenomena munculnya game baru POKEMON GO, dimanapun orang sibuk dengan gadgetnya dan ternyata kegilaan-kegilaan itu hanya ada di Indonesia....

Dari anak-anak pemburu klakson bus atau bismania itu pernah saya tanya, "Le..,, ngono kui senenge nang ngendine to??. Anak-anak tadi menjawab, " Hobby lho pak ngene iki.."

Dulu ketika masuk ke sekolah yang baru setiap siswa disuruh mengisi biodata ada kolom pertanyaan mengenai hobby/ minat. Umumnya akan diisi berbagai jenis olahraga seperti sepakbola, bola volley, bulu tangkis atau mungkin menari, menulis, menyanyi, melukis dan hanya seputar itulah yang saya ketahui mengenai hobby. Saya tidak habis pikir kenapa segaian besar orang berpendapat kalau aktifitas 'Om Telolet Om" ini adalah hobby.  Setiap orang berhak mengagumi dan melakukan, walaupun memang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia istilah hobby adalah  kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama. Akan tetapi menurut opini saya, setidaknya sebagai pemuda milikilah hobby yang punya tujuan, punya wisi misi jelas, apa manfaatnya buat kita? Hobby yang bisa mewariskan ilmu, menginspirasi, dan membrikan manfaat bagi orang di sekeliling kita. Hobby yang nyata, yang tidak hanya eksis di sosial media. Ide-ide kreatif anak-anak mudalah yang dibutuhkan negara ini. Bukan generasi peniru yang dengan kesenangan semu sedikit saja sudah terlena. 

Kalau membicarakan hobby menulis, jelas ada manfaatnya, apa yang kita bukukan akan menginspirasi orang lain, memberikan semangat bagi yang membaca. Dan secara tidak langsung akan menambah pendapatan kita secara materiil. Hobby berolahraga jelas membuat tubuh kita sehat, dan apabila ditekuni betul akan menjadi buah prestasi bagi orang yang bersangkutan. Coba kita renungkan sekali lagi wahai saudara, kita ramai-ramai dipinggir jalan menunggu bus lewat, menghabiskan waktu berjam-jam, menggangu pengguna jalan lain, jelas iya. Berbahaya bagi diri sendiri, jelas iya. Apakah ini bisa disebut sebagai hobby? Apakah manfaatnya bagi anak-anak kita, adik-adik kita? Tapi saya yakin sesuatu yang eksis, mendadak terkenal secara instan, maka tidak lama lagi akan sirna, hilang dan kemudian mati dilupakan orang. Kita tunggu saja tanggal mainnya, sampai kapan fenomena ini berlangsung,dan kemudian akhirnya dilarang oleh pihak yang berwenang jika sudah terjadi peristiwa atau kejadian yang merugikan, misalnya kecelakaan atau yang lain. Itulah hebatnya negeriku....

Pemuda sebenarnya memiliki semangat dan pikiran yang masih fresh untuk diajak beraksi dan berkolaborasi. Maka dari itu setidaknya dari lingkungan terkecil, keluarga, kemudian sekolah, masyarakat, ayolah kita sama-sama menjadi habitat yang baik bagi pemuda. Kita arahkan mereka dengan kegiatan yang menghasilkan guna, mencetak mereka memiliki daya saing yang tinggi, dan memiliki sikap kepemimpinan. Jika semua pemuda Islam di Indonesia bertekad untuk menjadi pemuda berkualitas, impian akan kejayaan Islam dan ketangguhan negara Indonesia nantinya, besar kemungkinan akan terwujud. Karena di hadapan kita – bisa jadi – akan muncul lagi pemuda-pemuda tangguh yang mengikuti jejak Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Mus’ab bin Umair dan pemimpin-pemimpin Islam lainnya Dengan demikian, cita-cita untuk menjadi orang yang paling berguna bagi negeri ini juga sudah bukan lagi kata-kata tanpa arti, bukan lagi impian yang tidak tau kapan akan berakhir, tapi sebuah impian yang bisa diwujudkan menjadi kenyataan manis. 

Ingatlah bahwa kesenangan batin tidak hanya didapat dari berteriak-teriak di pinggir jalan, tetapi bagaimana kita bisa menjadi contoh, menjadi malaikat kecil bagi orang-orang yang membutuhkan di sekeliling kita. Pemuda yang berkualitas, adalah mereka yang memiliki empati, peduli ikut memberikan solusi bagi permasalahan di negeri ini.

“Berikan kepadaku 1000 orang tua, aku sanggup mencabut Semeru dari uratnya. Tapi, berikan kepadaku 10 pemuda maka aku sanggup menggoncangkan dunia.” 
Wahai pemuda Indonesia jangan kau guncangkan dunia dengan "Teloletmu" tetapi guncangkan dengan prestasimu....

Monday, 19 December 2016

Liburan Murah...Liburan Murah...Siapa Takut????

Mas Kaboel - Yupps.....akhirnya hari libur panjang yang ditunggu-tunggu tiba. Saatnya sejenak untuk meninggalkan pekerjaan dan memanjakan diri bersantai dengan keluarga. Sudah ada yang berniat mau liburan kemana gitu, atau masih pikir-pikir karena??? maklum lah dompet lagi menipis. Ha...ha...haha....

Tapi jangan khawatir bro, soalnya di tempat kita ini banyak sekali tempat liburan yang cocok sama kaum-kaum lemah kayak kita ini. Nggak usah pakek ke luar kota, tetapi tetap bisa menikmati suasana indah sudut-sudut Trenggalek tercinta ini.

1. Pantai Konang

Pernah brooo... saya hanya bawa 20 ribu kesana, tapi santai aja....Udah bisa kok beli es degan seger manis plus nikmati angin sepoi-sepoi pantai ini. Soalnya untuk masuk ke pantai ini gratisssss...Trus kalau bawa anggota keluarga banyak...tenaang aja. Anda bisa memesan ikan laut bakar yang masih seger dijamin harganya terjangkau sama kantong. Kalau nikmatinnya pakek sambal trus dipinggir pantai..Alaaaaaaamakkkkkk....pasti pengin nambah dan nambah lagi..Sumpahhhh.....

Selain itu, anak-anak pasti suka deh bermain motor ATV menyusuri pantai Konang, karena garis pantai tempat ini tergolong panjang lho lebih dari 1 KM...Bayangin aja...Dan jangan lupa bawa smartphone ya...untuk selfi trus tinggal unggah ke Social Media.


2. Dongko Village

Curug Waru adalah air terjun dengan landscape batuan yang indah. Air terjun Waru ini terletak di Desa Pandean Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek.Untuk mencapai tempat ini Anda bisa menggunakan mobil atau sepeda motor. Dari Terminal bus Trenggalek ke arah Pacitan melewati JLS kurang lebih 45 menit. Jika sudah mencapai Puskesmas Pandean silahkan belok kiri. Dari sini jalan mulai menyempit dan agak terjal. Anda bisa bertanya ke warga sekitar untuk lebih jelasnya. Walaupun menempuh perjalanan jalan kaki namum dengan destinasi yang indah ini serasa perjalanan tidak melelahkan.

Pesona di air terjun ini adalah air terjun yang unik karena ada bentuk daun waru atau hati. Selain itu batuan tebing sangat indah dan alami. Uniknya lagi ada sebuah batu besar yang seolah-olah hanya ditopang batu kecil namun tidak jatuh.
Air yang jernih sangat menggoda bagi Anda yang hobi berenang. Air yang sejuk dan jernih akan tetap mengalir walau musim kemarau panjang sekali pun. Dan yang terakhir jangan lupa kalau jalan-jalan ke kecamatan Dongko usahakan pada hari pasaran Kliwon. Karena anda bisa mampir ke pasar tradisionalnya. Selain bisa berburu makanan-makanan unik dengan harga super murah, anda bisa sesekali kan blusukan ke pasar ala Dongko.

3. Dompyong Desa Wisata
Mungkin desa Dompyong  ini salah satu yang berkesan buat saya. Karena pertama kali  kenal dengan makanan khas SEGO GEGOK yang sudah melegenda itu yaitu ketika liburan ke rumah teman saya di desa Dompyong kecamatan Bendungan. Dulu ketika masih single sering kita rame-rame menginap disana, dan seperti biasa menghabiskan makanan si tuan rumahhhhh....hahhahahhaa.....Sorry sekarang saya khilaf...Dan masih ingat saya sama kerupuk bakarnya mas Dedi.......Mantaps.......

Dan katanya Dompyong village ini sekarang sudah dipermak maksimal dijadikan desa wisata dijadikan salah satu destinasi wisata yang wajib kalian kunjungi di Trenggalek. Selain ada air terjut Coban Rambat, Outbond area, yang suka ngopi bisa kok berburu di tempat ini, namanya kopi Van Dilem. Namanya  yang siap-siap mendunia akan membuatmu selalu melek.

Coba apa yang kurang dengan liburanmu, menikmati pemandangan indah, makanan unik, trus mengeksplore apa yang ada di tempat-tempat ini, rasanya akan membuat waktu liburanmu berkesan. Dan yang pasti kantong tipis bukan berarti melewatkan kesempatan liburan dengan orang-orang yang kamu sayangi. Ingat ya motto saya...KANTONG TIPIS, JANGAN NANGISSS...Tapi ayo narsis.......saatnya pulang kampung ke rumah mertua.....Ajibbbbbbb...Dongko City..I'm coming....


Tuesday, 10 November 2015

Kisah Sederhana

Walau sempat tertunda hampir tujuh tahun lamanya, mimpi itu akhirnya terwujud. Mimpi konyol anak yang berasal dari keluarga miskin untuk menjadi sarjana. Memperoleh pendidikan tinggi bagi saya ibarat tingginya langit yang tidak akan pernah bisa digapai dengan tangan manusia kecil. Bahkan semangat itupun sebenarnya sudah terkubur lama dan pernah pupus harapan. Itu karena sekali lagi disebabkan faktor finansial. Bukan perkara mudah untuk bisa membagi penghasilan membiayai kuliah, sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga saja masih belum cukup. 

Akan tetapi dorongan semangat dari isteri, keluarga, dan teman membangkitkan semangat saya untuk bisa mendapatkan gelar yang menurut ukuran saya sangat mewah. Dan satu lagi yang membuka mata hati saya untuk kembali bersemangat memperoleh cita-cita. Semangat anak-anak yang belajar di madrasah tempat saya mengajar. Anak-anak pinggiran dari desa Gamping yang selalu unik dan memberikan warna dalam aktifitasku mengajar di MTs Ma'arif Karangan. 

Perjuangan mereka untuk bisa sampai di madrasah ini patut saya apresiasi. Semangat mereka, anak-anak ndeso itu membuktikan kalau mereka memang punya cita-cita tinggi untuk hidupnya kelak. Disaat anak-anak yang lain masih terlelap dalam tidurnya, mereka sudah harus bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Dari tempat tinggal mereka yang harus melewati jalan beraspal rusak sekitar 3 km menuju jalan raya. Kemudian ditambah menuju sekolah lebih dari 9 km, satu keinginan mereka untuk mendapatkan ilmu yang baik dari para guru. Yang saya tahu pukul enam pagi mereka sudah berada di sekolah setiap harinya. Belum lagi ditambah perjuangan orang tua mereka untuk menyiapkan uang saku dan transport yang tidak sedikit menurut ukuran saya. Satu hal yang saya sangat salut dari anak-anak Gamping ini, yaitu keluguan dan kesopanan mereka kepada yang lebih tua bukti kalau mereka belum "terkontaminasi" , ditengah-tengah terjadinya degradasi moral saat ini.

Saya beruntung dipertemukan dengan anak-anak "aneh" ini, mengajarkan banyak hal tentang kesederhanaan hidup, semangat dan solidaritas yang tinggi. Semoga kelak kalian sukses seperti apa yang kalian inginkan, untuk merubah derajat keluarga kalian. Amin....




Sunday, 13 September 2015

Pekerjaan, Antara Materi dan Hati Nurani

Tidak semua orang bisa menikmati sebuah ritme pekerjaan yang sesuai dengan hati atau yang sering disebut passion. Mulai dari materi, suasana kerja, dan hasil dari apa yang kita kerjaan selalu menjadi pertimbangan bagi mereka yang menginginkan sebuah posisi. Setinggi apapun keberadaannya akan diraih bahkan dengan cara apa saja, halal bisa...haram pun akan menjadi layak.

Akan tetapi rasa kepuasan dalam melakukan sebuah pekerjaan tidak akan dapat dibayar berapapun dengan uang, itu menurut saya. Bahkan karena menganut cara berpikir ini, banyak orang yang akan mencela saya akan menjadi kere selama-lamanya atau saya ini goblok luar biasa.

Saya pernah ditawari sebuah pekerjaan oleh teman saya, yang katanya jika kedepan prospeknya bagus. Apalagi kalau punya keahlian, akan bisa cepet naik pangkat. Seketika itu saya mengiyakan karena saya memberi jawaban saat kondisi keuangan keluarga sedang minus. Semangat untuk mencari keberuntungan ke luar kota muncul dari dalam jiwa saya dan hampir menghanguskan apa yang sebenarnya suara hati nurani saya. Akan tetapi tidak semua orang tahu bagaimana pada malam itu kepala saya pusing seperti mau pecah. Keinginan dalam logika memang mendorong saya untuk berangkat ke luar kota malam itu. Akan tetapi hati nurani memanggil-manggil dengan kuat untuk mempertahankan pekerjaan yang sudah saya jalani sekarang. Memberi pesan bahwa masih banyak orang-orang yang membutuhkan tenaga dan apa yang saya bisa. Dan akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya memutuskan untuk tetap berkarya di kota ini. Walaupun keputusan ini akan memberikan banyak dampak pada kehidupan saya, tetapi Bismillahirrohmannirrohim.....saya siap menerima segala resikonya. Saya memilih tetap menjadi buruh pendidikan di madrasah swasta ini....

Secara materi memang tak bisa diandalkan dari bayaran mengajar di madrasah ini, tetapi kepuasan dari pekerjaan ini menjadi pelipur lara dan obat untuk hati yang dulu masih dalam kesombongan, tidak mensyukuri nikmat dan sebagainya.

Banyak pelajaran-pelajaran tentang hidup dari orang-orang yang pernah memberikan inspirasi dan wejangannya kepada saya. Dalam setiap ceritanya, mereka selalu mengajarkan bahwa bekerjalah tuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya. Kerja untuk keluarga, anak isteri dan kerja untuk kemapanan. Akan tetapi carilah pekerjaan yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Bisa berbagi kebaikan untuk orang belum beruntung dan memberikan ilmu pengetahuan kepada mereka yang dalam kekurangan.