"Memang sudah menjadi budaya masyarakat di negeri ini, seseorang akan dinilai pintar, lebih dari yang lain karena nilai raportnya di sekolah selalu di atas rata - rata kelas. Ijazahnya berasal dari sekolah - sekolah favourite atau perguruan tinggi yang hebat. Dan yang menjadi pertanyaan kita, dengan semakin banyaknya sarjana - sarjana dari tahun ke tahun, justru kenapa bangsa ini tidak segera bangkit dari keterpurukan hampir di semua bidang dan bahkan moral masyarakatnya. Ya, karena ijazah yang mereka punya hampir semuanya ASPAL (asli tapi palsu), orang yang punya duit, dengan sangat mudah bisa membeli ijazah tersebut bak kacang goreng. Dan yang harus anda ketahui, kebanyakan posisi strategis di pemerintahan kita ini, telah dihuni oleh orang - orang yang hanya mengandalkan perut buncit, biar orang takut, tanpa memakai otaknya untuk memikirkan nasib rakyat yang sekarang masih di bawah garis kemiskinan. Dan KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) adalah hal lumrah, karena dari awal posisi yang mereka nikmati sekarang ini adalah hasil warisan dari bapaknya" Saya harap wacana diatas bisa membuka mata kita dan sadar bahwa semuanya itu berlaku dan ada di sekeliling kita. Bukan merasa sok suci atau bahkan menganggap birokrasi semuanya busuk. Tetapi menjadi kewajiban kita sebagai calon - calon guru pendidikan agama Islam, mulai mengajarkan kepada anak didik , generasi bangsa ini untuk kembali ke jalan yang sesungguhnya, sesuai dengan norma agama, dan norma - norma lain yang berlaku di masyarakat kita. Peran kita sangatlah vital, karena dasar seseorang untuk selalu menjadi baik adalah agama. Kemajuan teknologi boleh saja datang, jabatan yang tinggi, dan kekayaan yang melimpah haruslah kita kejar, tetapi jadikan agama Islam sebagai filter. Jangan sampai kemajuan teknologi membuat kita meninggalkan atribut budaya ketimuran, dan banyaknya harta akan membuat kita lupa dengan orang yang hari ini tidak bisa makan nasi. Walaupun saat berada di lingkungan keluarga seorang anak sudah mendapatkan pendidikan agama, tetapi ketika berada di sekolah seorang guru agamalah yang memiliki kewajiban menegaskan kembali bahwa agama yang baik akan membentuk moral yang baik. Sebuah pepatah mengatakan guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Seorang anak didik akan meniru apa saja yang dilakukan seorang gurunya, dan bahkan bisa melebihi kemampuan dari gurunya. Jadi kita memilki tanggung jawab yang besar untuk merubah kultur yang sudah terlanjur ada ini, agar anak - anak kedepan tidak mengenal budaya KKN, materialistis dan lain - lain. Guru adalah figure paling baik buat anak - anak, maka tidak heran kalau sebagian besar anak - anak lebih patuh terhadap apa yang dikatakan gurunya dari pada orang tuanya sendiri. Dan kelebihan inilah yang harus kita manfaatkan untuk memberikan menu - menu positif dengan memberikan pendidikan agama secara baik dan benar.
1 komentar:
Korupsi??? Waaaaa...h itu memang kegemaran pejabat korup!!!
Poskan Komentar