Konon bangsa ini dikenal dengan bangsa yang berbudi luhur, beretika dan memiliki nurani yang tinggi. Bangsa yang ramah dengan alam yang sangat demokratis. Tetapi dengan adanya kebebasan untuk berbicara justru semuanya berjalan tak terkendali, keluar jauh dari norma yang berlaku. Anda masih ingat kejadian saat terjadi aksi demonstrasi menentang program 100 hari SBY..??? Presiden kita yang seharunya dihormati justru digambarkan bak kerbau yang lamban, gemuk dan dungu..Dimanakah letak kemanusiaan yang muncul dari hati nurani seseorang?? Semuanya seakan menggambarkan kalau kita memang masih memilki SDM yang sangat rendah. Masih perlu banyak belajar ilmu PKn kepada anak - anak Sekolah Dasar(SD) tentang bagaimana menghargai dan menghormati seseorang, Presiden kita sendiri. Patut kalau Bapak SBY prihatin dengan kejadian ini. Dan perlu dilakukan peninjauan apakah masyarakat di negara ini sudah sedemikian burukkah menyalurkan aspirasinya?? Kita perlu introspeksi lagi, apakah yang kita lakukan layak untuk ditiru anak - anak kita?? Dan sadarkah kalau presiden yang ada sekarang ini adalah pilihan anda? Dan bangsa ini adalah milik bersama, yang harus kita besarkan dengan gaya, perilaku yang manusiawi. Saya sangat merindukan bangsa Indonesia yang damai.....Kamis, 04 Februari 2010
Jangan Samakan "AKU" dengan Kerbaumu
Konon bangsa ini dikenal dengan bangsa yang berbudi luhur, beretika dan memiliki nurani yang tinggi. Bangsa yang ramah dengan alam yang sangat demokratis. Tetapi dengan adanya kebebasan untuk berbicara justru semuanya berjalan tak terkendali, keluar jauh dari norma yang berlaku. Anda masih ingat kejadian saat terjadi aksi demonstrasi menentang program 100 hari SBY..??? Presiden kita yang seharunya dihormati justru digambarkan bak kerbau yang lamban, gemuk dan dungu..Dimanakah letak kemanusiaan yang muncul dari hati nurani seseorang?? Semuanya seakan menggambarkan kalau kita memang masih memilki SDM yang sangat rendah. Masih perlu banyak belajar ilmu PKn kepada anak - anak Sekolah Dasar(SD) tentang bagaimana menghargai dan menghormati seseorang, Presiden kita sendiri. Patut kalau Bapak SBY prihatin dengan kejadian ini. Dan perlu dilakukan peninjauan apakah masyarakat di negara ini sudah sedemikian burukkah menyalurkan aspirasinya?? Kita perlu introspeksi lagi, apakah yang kita lakukan layak untuk ditiru anak - anak kita?? Dan sadarkah kalau presiden yang ada sekarang ini adalah pilihan anda? Dan bangsa ini adalah milik bersama, yang harus kita besarkan dengan gaya, perilaku yang manusiawi. Saya sangat merindukan bangsa Indonesia yang damai.....
1 komentar:
Ingat mas! SBY hanya dipilih oleh segelintir rakyat indonesia. SBY tidak dipilih oleh 100% rakyat indonesia. Apakah kita tidak boleh mengemukakan aspirasi?
Poskan Komentar